Juntendo University, Tokyo, established in 1838.

  1. Indonesian[Bahasa Indonesia] TOP
  2. Sejarah

Sejarah

Sejarah Singkat Juntendo

Photo:Taizen Sato
photo:Wadajuku
Sejarah unik JUNTENDO bermula pada tahun 1838 dengan pendirian sekolah kedokteran swasta yang bernama ‘Wadajuku’ oleh Taizen Sato. Era itu adalah ketika Jepang mulai membuka diri secara ekstensif dengan Barat dan juga mulai meningkatnya minat terhadap budaya Barat. Taizen telah belajar kedokteran Belanda di Nagasaki dan menjadi salah satu praktisi kedokteran Barat terbaik di Jepang. Pada 1843, Taizen diundang oleh salah satu penguasa di Sakura untuk menjadi dokter keluarga. Pada saat itu dia juga memutuskan untuk memindahkan Wadajuku dari Tokyo ke Sakura dan merubah nama sekolah tersebut menjadi JUNTENDO. Melihat banyak reputasi JUNTENDO, banyak mahasiswa datang untuk belajar kedokteran dengan Taizen. Beberapa murid beliau bahkan menjadi pemimpin tidak hanya dalam dunia ilmu dan pendidikan kedokteran tapi juga dalam politik Jepang. Walaupun banyak dokumen tentang sejarah awal Juntendo yang hilang akibat kebakaran pada gempa besar tahun 1923 dan Perang Dunia II, kami masih memiliki beberapa dokumen yang menunjukkan Taizen memainkan peranan penting dalam aktivitas kedokteran dan pendidikan. Diantaranya, kami memiliki beberapa buku tentang kedokteran Barat yang telah diterjemahkan oleh Taizen ke dalam bahasa Jepang.

Tahun 1859 setelah Taizen pensiun, beliau mengadopsi anak bernama Takanaka Sato yang kemudian menjadi direktur kedua JUNTENDO. Takanaka mendidik mahasiswa di Daigaku Toko (yang kini bernama Tokyo University) sebagai dekan atas permintaan pemerintah Meiji. Di tahun 1875, beliau pensiun dari institusi kedokteran ini dan mendirikan rumah sakit swasta pertama di Jepang yang bernama Rumah Sakit Juntendo di Tokyo. Lalu pada 1869, beliau mengadopsi anak bernama Susumu Sato, yang kemudian menjadi direktur ketiga JUNTENDO. Susumu Sato belajar kedokteran di Universitas Berlin di Jerman dan merupakan mahasiswa pertama yang belajar secara resmi ke luar negeri. Setelah lulus, Susumi juga belajar dibawah bimbingan professor bedah terkemuka dari Universitas Vienna, bernama Theodor Billroth. Kemudian, Susumu mendirikan ‘Journal of Juntendo Medical Reserch’ pada 1887 dalam rangka berkontribusi terhadap kemajuan ilmu kedokteran di Jepang. Jurnal ini terus menerus menerbitkan hasil penelitian kedokteran sampai kini.

Spesialisasi klinik di Rumah Sakit Juntendo bermula pada tahun 1886. Diawali dengan bagian penyakit dalam dan bagian bedah. Lalu pada 1891, didirikan bagian ilmu penyakit mata, tahun 1901 dibuat bagian bedah plastik, tahun 1903 menyusul bagian urologi, tahun 1908 bagian dermatologi, tahun 1910 bagian kebidanan dan kandungan, tahun 1912 bagian telinga-hidung-tenggorokan, tahun 1912 bagian radiologi, tahun 1920 bagian anak, tahun 1934 bagian bedah ortopedi, dan seterusnya.

Selama Perang Dunia II, direktur keempat, Tatsujiro Sato, mendirikan Yayasan Juntendo untuk memulai aktivitas pendidikan kedokteran, praktek klinik dan olahraga. Setelah Perang Dunia II, menantu Tatsujiro yaitu Noboru Ariyama mereformasi Universitas Juntendo menjadi universitas kesehatan seperti sekarang ini dan juga membuat unit perawatan intensif (ICU) pertama di Jepang. Beliau juga mengorganisasi departemen-departemen dalam rumah sakit berdasarkan spesialisasinya dan subspesialisasinya. Kemudian Takehiko Azuma dan Katsumi Kaketa memimpin dewan direksi Juntendo. Mereka digantikan oleh Shozo Ishii pada 1922 dan pimpinan yang sekarang yaitu Ogawa Hideoki. Dibawah kepemimpinan mereka, JUNTENDO telah berkontribusi secara berkesinambungan dalam menyediakan pendidikan kedokteran, penelitian dan pelayanan kedokteran paripurna di Jepang.